Apa itu IHSG?

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Pasti Sahabat sekalian seringkali membaca di running text ketika menonton acara TV yang menuliskan IHSG ditutup menguat ke 6.400 atau ditutup menurun ke 6.100.

Apakah sahabat paham tentang maksudnya IHSG tersebut?

Untuk sahabat yang sudah paham, maka sahabat bisa memilih untuk berhenti membaca artikel ini dan lanjutkan membaca artikel lainnya. Karena artikel ini ditujukan untuk sahabat yang benar-benar belum paham apa maksudnya IHSG dan apa pengaruhnya terhadap investasi saham kita.

Mengapa kita perlu tahu berapa angka IHSG ditutup hari ini?

IHSG merupakan akronim dari Indeks Harga Saham Gabungan dalam Bahasa Inggris disebut juga Indonesia Composite Index, ICI, atau IDX Composite. Menurut Wikipedia, IHSG merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia. Diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1 April 1983, sebagai indikator pergerakan harga saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta). Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. Hari Dasar untuk perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982. Pada tanggal tersebut, Indeks ditetapkan dengan Nilai Dasar 100 dan saham tercatat pada saat itu berjumlah 13 saham.

Secara umum, IHSG bisa disimpulkan sebagai harga rata-rata semua saham yang diperdagangkan di BEI. Jadi, kalau IHSG ditutup menguat selama 3 hari berturut-turut itu menandakan bahwa harga saham juga banyak yang naik. Begitu juga sebaliknya, kalau IHSG ditutup menurun maka hal tersebut berarti harga saham yang ada di BEI juga banyak yang turun.

Selain itu, IHSG juga dapat kita manfaatkan sebagai acuan target investasi kita, lho koq bisa? Ya bisa dunk, kalau return yang kita peroleh misalnya dalam setahun hanya 5%, pasti sahabat sudah minder dengan tingkat pengembalian tersebut, tapi ketika kita menjadikan IHSG sebagai tolok ukur, misalnya ternyata dalam setahun pertumbuhan IHSG hanya 2%, maka sebenarnya investasi kita sudah cukup berhasil. Karena kita sudah berhasil mengalahkan IHSG yang merefleksikan kondisi pasar. Jadi, kita sudah bisa beat market atau mengalahkan pasar. Banyak juga fund manager yang menjadikan indeks sebagai tolok ukur keberhasilan investasi mereka. Mereka dianggap sudah berhasil mengelola dana nasabah apabila pengembaliannya bisa melebihi indeks.

IHSG juga bisa kita jadikan acuan untuk mulai belanja saham di market. Untuk penganut aliran value investing, biasanya investor tersebut akan rakus belanja ketika IHSG sudah turun 10%-15% dari harga tertingginya. Contohnya ditahun 2018 kemarin dimana IHSG sempat turun ke angka 5.700 maka value investor banyak memborong saham karena memang disaat IHSG turun tersebut banyak sekali saham bluechip yang dijual diskon bahkan obral.

Berbeda dengan trader, biasanya trader akan lebih pede belanja saham ketika IHSG dianggap stabil dan cenderung meningkat. Karena ketika pasar bullish (meningkat), maka banyak saham yang dibeli akan cepat memberikan keuntungan untuk dijual kembali. Oh ya, buat yang masih bingung apa perbedaan investor dan trader, nantinya akan kita bahas lebih mendetail di artikel berikutnya ya.

Jadi, sudah jelas ya Sahabat bahwa kita bisa memanfaatkan IHSG untuk mengambil keputusan investasi kita. Karena IHSG diibaratkan sebagai radar cuaca untuk menentukan apakah kondisinya akan hujan atau malah kemarau berkepanjangan. Tentunya tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya ya.

Sekarang Sahabat sudah tahu tentang berbagai manfaat dari IHSG, pertanyaan selanjutnya adalah untuk mengetahui angka IHSG tersebut apakah saya harus menghitungnya atau bagaimana cara mencari tahu angka IHSG tersebut?

Untuk Sahabat yang ingin tahu berapa angka IHSG harian, mingguan, bulanan, kuartalan maupun tahunan maka tidak perlu repot-report menghitungnya secara manual ya. Karena ketika Sahabat masuk ke www.idx.co.id, maka di halaman paling depan akan langsung ditampilkan IHSG yang terupdate. Berikut ini adalah contoh tampilannya:

Sumber : idx.co.id

Sahabat tinggal mengklik 1W untuk merubah tampilan IHSG (Composite) menjadi mingguan, 1M untuk bulanan, 1Q untuk kwartalan dan 1Y untuk tahunan.

Cukup mudah kan untuk mendapatkan datanya? Selamat mencoba ya Sahabat.

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Memahami Indeks BEI
  2. Apa itu Compound Interest?

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya