Apa itu Inflasi?

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tentunya Sahabat EduVesting sudah sering mendengar inflasi di radio, TV, atau membaca koran tentang inflasi, kan?

Contoh berita di Liputan 6:
“Bulan agustus 2019 menunjukan adanya kenaikan. Berdasarkan survei di 82 kota pada bulan Agustus 2019 ini terjadi inflasi 0,12 persen,”kata Kepala BPS, Suhariyanto di Kantornya Jakarta, Senin (2/9/2019).

Pertanyaannya sekarang apakah Sahabat EduVesting paham apa itu Inflasi?

Menurut Bank Indonesia (https://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/pengenalan/Contents/Default.aspx), secara sederhana inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja, tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Contoh paling gampang yang sering kita dengar dari keluhan ibu kita ketika belanja di pasar adalah “Dulu bawa uang 50 ribu sudah bisa buat beli ini itu, tapi sekarang hanya cukup untuk beli beras saja”. Jadi, nilai uang 50 ribu masa sekarang jauh lebih rendah dari nilai uang 50 ribu di masa dahulu. Kalau dulu 50 ribu bisa untuk beli 5 bahan pokok, sedangkan sekarang 50 ribu hanya cukup untuk beli beras.

Kembali lagi ke berita tentang Inflasi di atas, maka selama bulan Agustus terjadi kenaikan harga sebesar 0.12%.

Jadi, kalau kita bisa simpulkan bahwa Inflasi ini sudah seperti pencuri nilai uang yang kita miliki. Ketika menyimpan uang kita di bawah bantal senilai 10 juta, dengan nilai inflasi setiap tahunnya 3 % (artinya setiap tahun terjadi kenaikan harga sebesar 3%), maka ketika 10 tahun kemudian nilai uang 10 juta tersebut hanya setara dengan uang 7.4 di masa sekarang.

Bagaimana kalau kita menyimpan uang kita di Bank?

Kita harus cek dulu berapa bunga yang ditawarkan kalau kita menyimpan uang kita di bank. Rata-rata bunga tabungan bank dalam setahun hanya 2%. Dengan inflasi sebesar 3% tiap tahunnya, maka setiap tahun kita menyimpan uang di bank, maka bukannya nilainya bertambah tapi malah nilai uang yang kita simpan malah turun 1% setiap tahunnya. Belum lagi biaya administrasi yang harus kita bayarkan tiap bulannya dan biaya pajak atas bunga yang kita dapatkan.

Bagaimana caranya supaya uang yang kita simpan bisa bertambah nilainya dan mengalahkan Inflasi? Jawabannya adalah kita harus berinvestasi.

Investasi apa yang memberikan imbal hasil lebih besar daripada inflasi setiap tahunnya?

Baca terus artikel lainnya dan Sahabat EduVesting akan menemukan jawabannya.

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Mengapa investasi di saham?
  2. Apa itu investasi ?

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya