Apa Itu Saham ?

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Sahabat sebelumnya sudah paham kan alasan kenapa saham menjadi pilihan investasi terbaik? Apabila belum, maka silahkan membaca course sebelumnya tentang Mengapa Invest di Saham?

Di course kali ini, kami akan membahas tentang apa itu saham dan apa saja keuntungan yang kita dapatkan dengan berinvestasi saham.

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham (stock) dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Apakah sahabat masih bingung dengan pengertian saham di atas? Oke, kita jelaskan versi simpelnya ya.

Anggap saja sahabat Anda ngajak joinan buka toko mebel (jual furniture) bareng Anda. Taruhlah nama tokonya Rafaell Mebel. 

Supaya bisa membuka toko tersebut, diperlukan modal 100 juta untuk membangun toko dan membeli persediaan mebel. Kemudian Sahabat setuju untuk menanamkan modal 30 juta dan sahabat Anda 70 juta. Dalam hal ini, berarti Sahabat memiliki saham 30% dan sahabat Anda memiliki saham 70% di usaha mebel tersebut.

Memiliki saham sama dengan menjadi pemilik dari suatu perusahaan dan berhak mendapatkan bagi hasil dari keuntungan yang didapatkan sesuai dengan porsi persentase Sahabat. Bagi hasil dari keuntungan inilah yang dinamakan Dividen.

Selain itu, Sahabat juga akan diajak rapat untuk menentukan arah dan strategi perusahaan dalam menjalankan usahanya. Rapat inilah yang dinamakan dengan RUPS.

Ternyata setelah beberapa tahun usaha berjalan, Sahabat ingin menjual saham yang dimiliki untuk keperluan membangun rumah. Sahabat memutuskan menjual saham yang dimiliki kepada sahabat yang lain. Karena selama ini perusahaan maju, memiliki keuntungan yang selalu naik setiap tahunnya dan sering membagi dividen, tentunya Sahabat ingin menjual saham yang ditanamkan di awal senilai 30 juta menjadi 300 juta atau naik 10x lipatnya. Dan sahabat Anda setuju untuk membayar 300 juta. Maka, Sahabat mendapatkan keuntungan dari penjualan saham tersebut sebesar 270 juta. Keuntungan inilah yang disebut sebagai Capital Gain. Jadi, Capital Gain adalah keuntungan yang didapatkan dari menjual saham lebih tinggi dari harga belinya.

Bagaimana kalau ternyata usaha Rafaell Mebel tersebut selalu merugi? Tentunya itu juga menjadi resiko Sahabat sebagai pemilik perusahaan. Dimana kalau perusahaan Sahabat rugi, Sahabat tidak akan mendapatkan dividen. Dan ketika Sahabat ingin menjual saham yang dimiliki maka nilainya turun dari modal yang telah ditanamkan sebelumnya. Contohnya yang tadinya modalnya 30 juta ternyata orang lain hanya mau membeli di harga 15 juta. Jadi, disini Sahabat rugi 15 juta atau 50%. Kerugian inilah yang disebut sebagai Capital Loss. Jadi, Capital Loss adalah kerugian yang karena menjual saham lebih rendah dari harga belinya.

Bagaimana kalau perusahaan sampai bangkrut dan terpaksa menjual semua aset yang dimiliki? Sedangkan perusahaan masih memiliki hutang kepada Bank dan supplier yang harus dilunasi? Terus bagaimana dengan modal yang sahabat miliki sebelumnya?

Ketika perusahaan bangkrut maka semua hutang harus dilunasi dulu dengan menjual semua aset yang dimiliki. Setelah lunas semuanya, apabila ada sisa maka sisanya baru dibagi dengan Sahabat. Tapi, kalau semua penjualan aset tidak cukup untuk membayar hutang maka Sahabat tidak akan diminta untuk ikut melunasi hutangnya. Jadi, resiko terburuknya adalah modal Sahabat lenyap dan terhempas badai.

Jadi sudah jelas ya, yang namanya memiliki sebuah perusahaan tentunya ada keuntungan dan ada juga resiko kerugian. Tinggal pintar-pintarnya kita memilih usaha yang menguntungkan.

Balik lagi ke Saham, contoh yang dijelaskan tadi kan jual beli antara Sahabat dengan sahabat yang lainnya. Sekarang bayangkan apabila perusahaan yang disebutkan tadi nilainya puluhan milyar, ratusan miliar, hingga triliunan seperti Bank BCA, Bank BRI, Astra dan Indofood. 

Tentunya pemiliknya bukan cuma satu atau sepuluh orang kan, tapi jumlahnya ribuan, puluhan ribu hingga ratusan ribu. Dan kalau mau jual dan beli tidak perlu tatap muka atau telponan antara yang jual dan yang beli. 

Terus kalau nggak tatap muka dan telponan, jual belinya bagaimana dong? Bisa tawar menawar nggak?

Tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli dinamakan pasar, dan di Saham pasar tersebut disebut sebagai Pasar Modal atau kalau di Indonesia namanya Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namanya juga pasar, tentunya kalau Sahabat ingin beli dan jual barang harus melalui toko-toko atau kios yang ada di dalam pasar kan. Toko atau kios inilah yang dinamakan sebagai Broker Saham. Jumlahnya ada puluhan, baik yg broker lokal maupun broker asing. 

Proses tawar menawar saham yang ingin Sahabat beli dan jual menggunakan sistem penjualan online canggih yang namanya JATS NEXT-G. Sistem tersebut sudah disediakan di masing-masing broker atau sekuritas yang terdaftar di BEI.

Beli dan jual saham sekarang sudah semudah sahabat memesan ojek online di Gojek, membeli barang di Tokopedia dan transfer uang di mobile banking BCA. Karena, sahabat bisa melakukan beli jual di HP, laptop dan bahkan bisa telpon langsung brokernya. Tentunya kalau mau beli jual melalui telepon, kita dikenakan fee lebih mahal ketimbang kita beli sendiri melalui ponsel dan laptop.

Penasaran pengen beli dan jual saham? Sahabat harus buka rekening saham terlebih dahulu ya. Caranya bagaimana? Akan kita jelaskan tuntas di course tentang Cara Buka Rekening Saham.

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Berapa dana awal untuk investasi?
  2. Mengapa investasi di saham?

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya