Bagaimana Membedakan Rumor dengan Berita

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Pagi ini seorang Sahabat bertanya: “Bagaimana membedakan berita pompom dengan real berita?” Sebentar, sebentar, sebelum melanjutkan artikel ini, Sahabat sudah tahu artinya pompom kan?

Untuk Sahabat yang masih belum tahu, arti kata pompom adalah mempengaruhi atau mengajak kita untuk membeli suatu saham tertentu. Jadi yang dimaksud dengan berita pompom adalah berita yang isinya menggiring opini kita untuk membeli saham yang diberitakan tersebut.

Kenapa sahabat saya yang bertanya tersebut perlu tahu mana berita yang pompom dan berita yang real atau sebenarnya? Karena seringkali berita pompom ini belum terbukti kebenarannya dan hanya didasari pada rumor.

Nah untuk investor yang sudah terlanjur termakan berita pompom tersebut seringkali mereka langsung membeli suatu saham tanpa dipikir panjang terlebih dahulu, jangankan memikirkan analisa fundamental atau valuasinya, bahkan yang lebih parahnya lagi seringkali investor tersebut tidak tahu nama perusahaan yang dibelinya dan bisnisnya bergerak di bidang apa.

Investor tersebut langsung saja memborong saham di harga offer (istilahnya kerennya adalah langsung haka atau hajar kanan) karena takut kehabisan barang atau takut sahamnya sudah keburu naik lebih tinggi lagi dan ketinggalan kereta.

Celakanya, setelah saham tersebut di beli, bukannya harga makin naik tapi malah harga terjun bebas. Kenapa? 

Karena beberapa saat kemudian ada berita yang menyangkal rumor berita tersebut, karena sudah terbukti beritanya tidak benar, ribuan investor berbondong-bondong menjual sahamnya dan akhirnya harga sahamnya turun drastis.

Akhirnya, investor yang kemakan berita pompom tersebut hanya bisa merana, meratapi nasibnya dan menyesali kebodohannya seumur hidupnya. Cup….cup….., untuk Sahabat yang pernah memiliki pengalaman tersebut, Sahabat tidak sendirian koq. Saya juga pernah berada pada posisi Sahabat, sehingga saya tahu banget bagaimana rasanyadi.

Untuk itu di artikel ini, saya akan membagi tips untuk membedakan mana rumor yang mengarah pompom dan mana berita yang sebenarnya.

PerbedaanRumorBerita Real
Sudah ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan / emitenBelumSudah
Sudah ada keterbukaan informasi pada emiten yang bersangkutan di www.idx.co.id BelumSudah
Sifat beritaPendapat atau OpiniFakta
Kepastian isi beritaBelum terbuktiSudah terbukti

Berikut adalah contoh berita yang rumor dan pompom dengan berita yang sebenarnya yang saya kutip dari CNBC Indonesia, saya mengambil contoh Indosat atau saham ISAT bukan karena ajakan membeli atau menjual ya Sahabat. Tapi murni ingin memberi contoh mana yang rumor dan mana yang berita.

Contoh berita yang masih RUMOR dan belum terbukti kebenarannya:

Berita pada tanggal 3 Oktober 2019 tersebut adalah rumor, kenapa? Karena dalam hal ini pihak Telkomsel atau TLKM baru MAU MEMBELI, artinya proses pembelian tersebut masih belum terjadi. Dan ketika dikonfirmasi ke Direktur Keuangan Telkom, juga masih belum pasti karena beliau “gak berhak jawab”.

Sekarang kita lihat BERITA SEBENARNYA yang muncul 12 hari kemudian: 

Pada berita tersebut, berita penjualan menara ISAT sudah dikonfirmasi langsung oleh President Director dan CEO ISAT. Dimana ISAT memang menjual menaranya kepada anak perusahaan TLKM dan TOWR. Jadi, dari rumor ke 3100 menara indosat mau dibeli semuanya oleh TLKM, ternyata TLKM harus berbagai dengan TOWR.

Tidak berarti berita yang sebenarnya sudah langsung ada di keterbukaan informasi website idx ya sahabat. Karena, untuk penjualan menara nantinya terefleksi pada laporan keuangannya. Selama berita tersebut sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan, maka bisa dipastikan bahwa berita tersebut adalah benar.

Berikut adalah contoh untuk mengecek berita yang sudah dilaporkan oleh perusahaan ke otoritas BEI ya:

  1. Klik www.idx.co.id
  2. Klik Perusahaan tercatat
  3. Klik Keterbukaan Informasi
  4. Masukkan kode / Nama Perusahaan → Klik Cari
  5. Cari berita yang hendak kita cari

Setelah tahu cara membedakan mana pompom atau rumor dengan berita yang sebenarnya, sahabat mulai sekarang harus lebih jeli lagi dalam merespon suatu berita ya. Sebisa mungkin biarkan otak kita mencerna dan mengolah berita tersebut untuk mencari kebenarannya. Jangan langsung ambil tindakan dalam merespon berita. 

Sahabat tidak perlu takut ketinggalan kereta, karena bursa saham selalu ada setiap hari koq, kecuali hari sabtu, minggu dan tanggal merah ya pastinya. Yang berabe adalah kalau kita kecepetan merespon berita, yang ada malah kita bangkrut di saham. So, Sahabat harus lebih bijak lagi dalam menginvestasikan uangnya ya.

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Mindset Investor Sukses
  2. Menjadi Full Time Investor?

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya