Berapa Target Investasi Saham yang Masuk Akal

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Semua orang yang berinvestasi saham, pasti ingin untung yang sebesar-besarnya dalam waktu yang secepat-cepatnya. Tentunya hal ini menjadi mimpi semua orang ya, apakah sahabat juga memiliki mimpi seperti itu?

Kalaupun sahabat memiliki mimpi seperti itu ya tidak masalah, namanya juga mimpi, itu kan hak asasi setiap manusia hidup kan? 

Tapi, ketika kita balik ke realita hidup yang seringkali berbeda 180 derajat dengan mimpi yang kita miliki sebelumnya akan membuat kita tertekan dan terhempas ombak ke lautan dalam, artinya?

Artinya hal itu akan membuat kita stress ketika pada kenyataannya investasi yang kita miliki bukannya untung cepat, eh malah membuat kita buntung alias rugi. Bisa-bisa sahabat malah kapok berinvestasi saham karena hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan mimpinya.

Untuk itulah diperlukan target investasi yang masuk akal bagi setiap investor. Pertanyaan selanjutnya berapa target investasi saham yang masuk akal? Jawabannya adalah tergantung dari berapa banyak pengalaman yang sahabat miliki di pasar modal dan apakah sahabat selalu belajar lebih baik lagi setiap harinya.

Secara umum, berikut adalah target investasi yang masih masuk akal sesuai dengan tahun pengalaman yang sahabat miliki dalam berinvestasi saham:

Target InvestasiTahun ke 1Tahun ke 2Tahun ke 3> 3 Tahun
Rendah-5%Impas5%10%
SedangImpas5%1015%
Tinggi5%10%15%20%

Setelah membaca tabel di atas, pasti sahabat banyak yang protes nih, heheheh.

Koq bisa investasi saham di tahun pertama bukannya untung malah rugi atau impas?

Alasannya adalah pada tahun pertama sahabat masih dalam tahap belajar. Karena masih belajar, pastinya sahabat akan menemukan banyak batu sandungan yang membuat profit sahabat tidak maksimal. Dalam hal ini, tahun pertama merupakan learning curve atau kurva pembelajaran bagi sahabat. Jadi bisa impas saja di tahun pertama maka itu sudah sangat bagus!

Di tahun kedua, sahabat sudah mulai belajar dari kesalahan yang selama ini dibuat di tahun pertama, sehingga ekspektasi target investasi sedangnya adalah di profit 5%. Minimal dengan profit 5% ini sudah lebih tinggi dari inflasi sekarang dan lebih tinggi dari bunga deposito. Kalau sahabat bisa mencapai profit 10%, itu sudah sangat bagus!

Di tahun ketiga, sahabat sudah memiliki cukup pengalaman dalam berinvestasi saham sehingga target sahabat adalah mendapatkan profit lebih tinggi dari imbal hasil apabila sahabat membeli obligasi atau surat utang negara. Atau bahkan profitnya lebih tinggi dari bunga kredit KPR bank yang rata-rata adalah 12% setahun.

Di atas 3 tahun, maka sahabat sudah dianggap memiliki pengalaman dalam berinvestasi saham, sehingga target investasi yang masuk akal adalah 15%-20%. Warren Buffet yang merupakan eyang investor terhebat sepanjang masa saja return investasi tiap tahunnya hanya 24.7%. Namun dengan profit konsisten 24.7% setiap tahunnya, Warren Buffet bisa memiliki kekayaan 84,1 Milliar Dollar.

Koq bisa ya? Hal ini bisa terjadi karena kekuatan compounding. Untuk sahabat yang belum paham tentang compounding bisa baca di artikel Apa itu Compound Interest.

Jadi, kuncinya adalah bukan seberapa besar profit yang sahabat dapatkan tapi seberapa konsisten profit yang sahabat dapatkan setiap tahunnya. Percuma saja kalau sahabat bisa mendapatkan profit dalam setahun 50% tapi di tahun berikutnya sahabat loss 75%.

Lebih baik, sahabat mendapatkan profit konsisten dan bertumbuh setiap tahunnya, dimulai dari 5%, 10%, 15%, 20% dan kalau sahabat bisa profit lebih dari 20% maka itu sudah merupakan pencapaian yang sangat bagus!.

Jadi, berapa target investasi sahabat sekarang?

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait

  1. Trigger Penggerak Harga Saham
  2. Jenis-jenis Analisa Saham

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya