Cara Buka Rekening Saham

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Untuk sahabat yang sudah mempelajari manfaat dan resiko investasi saham, tentunya sekarang semangat sekali untuk buka rekening saham dunk. Rasanya pengen cepat membeli saham untuk pertama kalinya. Rasanya pengen segera mewujudkan impian dan cita-cita melalui investasi saham.

Pertanyaan selanjutnya yang ada di pikiran sahabat, antara lain :

Gimana ya caranya membeli saham? 

Syaratnya apa ya? 

Berapa lama ya proses pembuatan rekening saham? 

Nanti uang saya aman nggak disimpan di rekening saham? 

Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di kepala sahabat terkait dengan bagaimana caranya membuka rekening saham.

Masih penasaran ya? 

Baiklah sahabatku, artikel ini dibuat untuk menjawab semua kegundahan hati sahabat (bahasanya koq lebay banget ya, nggak pa pa lah ya, yang penting paham semua kan?).

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa untuk bisa membeli saham kita harus memiliki akun saham di broker yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Nantinya setelah membuka akun pertama kalinya, kita akan mendapatkan Single Investor Identification (SID) dari PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Jadi, SID ini kaya Kartu Tanda Penduduk (KTP) kita dalam membeli saham, reksadana, obligasi dan instrumen investasi lainnya.

Untuk lebih detailnya kita akan membahas tentang SID, KSEI, RDN, SRE dan Kartu Akses di artikel lainnya ya. Untuk sekarang kita fokus dulu membahas tentang cara buka rekening saham. Setuju semua ya?

Berikut adalah step membuka rekening saham:

1. Memilih broker atau perusahaan sekuritas

Ketika memilih broker maka pasti yang terpikirkan di kepala sahabat adalah apakah aman nich uang atau saham kita di taruh di broker? Jangan-jangan nanti uang kita digunakan untuk membeli saham tertentu atau malah saham yang sudah kita beli ternyata fiktif? 

Nah, sahabat tidak perlu khawatir karena broker fungsinya hanya sebagai perantara untuk membeli dan menjual saham. Karena uang yang kita depositkan ke rekening adalah ke Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama kita sendiri, jadi broker tidak bisa mengambil uang tersebut tanpa sepersetujuan kita. Saham yang kita beli disimpannya di KSEI yang fungsinya sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian saham. Jadi, uang kita aman di RDN dan saham kita aman disimpan di KSEI.

So, kalau begitu pertimbangan memilih broker apa dong kalau bukan masalah keamanan? Berikut adalah pertimbangan dalam memilih broker: 

  • Deposit awal ketika rekening sudah jadi. Range deposit awal adalah 100ribu hingga 10 juta rupiah
  • Fee transaksi beli dan jual saham. Range fee transaksi beli saham adalah 0.15%-0.2% dan fee jual adalah 0.25%-0.3%. Kenapa fee jual lebih besar ketimbang fee beli? Karena ketika kita menjual saham maka kita dikenakan pajak 0.1%. Pajak jual saham ini jauh lebih kecil ketimbang kita beli barang di Alfamart atau Indomart yang pajaknya 10% ya. Enaknya lagi jadi investor adalah kita tidak dikenakan pajak penghasilan lagi, berbeda dengan pegawai swasta atau PNS yang masih dikenakan pajak penghasilan yang besarnya 5-30% tergantung dari besaran penghasilan yang diperoleh dalam setahun.
  • Kemudahan aplikasi online trading. Sebenarnya sahabat kalau nggak mau transaksi sendiri pake online trading, maka bisa menelpon perusahaan sekuritas untuk membeli dan menjual saham. Tapi di era yang serba canggih seperti sekarang, membeli dan menjual saham melalui aplikasi Online Trading (OLT) sama mudahnya dan cepatnya seperti sahabat memesan ojek melalui Gojek. Apalagi fee transaksi apabila sahabat memesan melalui telepon akan jauh lebih mahal ketimbang sahabat transaksi sendiri menggunakan OLT. Hampir semua broker memiliki aplikasi OLT, tapi untuk masalah kenyamanan memang sangat subyektif untuk masing-masing investor. Pengalaman saya pribadi yang memiliki 8 aplikasi OLT dari 8 broker, saya paling sering hanya menggunakan 1 OLT, alasannya? Ya karena paling nyaman dan mudah dibandingkan dengan aplikasi lainnya.
  • Kelengkapan fitur dan tool. Untuk sahabat yang berniat menjadi trader, pastikan OLT dari broker yang sahabat akan pilih memiliki fitur dan tool yang lengkap, dari berbagai indikator teknikal, broker summary, hingga ke screening. Karena, masing-masing broker memiliki fitur dan tool yang berbeda-beda.
  • Pelayanan dari Sales Sekuritas. Peran sales ini juga sangat penting, karena sales sekuritas ini akan membantu kita apabila kita memerlukan bantuan terkait dengan cara penggunaan, memberikan edukasi saham dasar, membantu pemesanan saham IPO hingga membantu untuk menegokan fee transaksi (karena untuk beberapa broker, kalau transaksi bulanan kita besar maka fee transaksi beli dan jual masih bisa di nego lagi untuk dikurangi). 
  • Layanan Edukasi Saham. Tentunya kalau sahabat memiliki akun di broker yang sering menyelenggarakan edukasi saham gratis akan sangat membantu meningkatkan pengetahuan sahabat tentang saham. Untuk itu pilih broker yang sering mengadakan edukasi saham.

Sebagai bahan pertimbangan sahabat, berikut adalah beberapa broker saham yang selama ini saya gunakan, termasuk contact person sales sekuritasnya. 

NoNama Broker Fee Beli dan Fee JualDeposit AwalContact PersonKeunggulan
1Mirae Asset Sekuritas0.15% dan 0.25%10 Juta+6285218797877 (Rio Juli)https://www.miraeasset.co.id/Paling nyaman dan banyak digunakan investor retail
2RHB Sekuritas0.15% dan 0.25%100 RibuHerfan 081267749079https://www.rhbtradesmart.co.id/Deposit awal yang terjangkau
3Phillip Sekuritas0.18% dan 0.28%500 Ribuhttps://www.phillip.co.id/
4BNI Sekuritas0.17% dan 0.27%1 Jutahttps://www.bnisekuritas.co.id/onlinetrading/
5Mandiri Sekuritas0.18% dan 0.28%3 Jutawww.most.co.id
6MNC Sekuritas0.18% dan 0.28%2 Jutawww.mncsekuritas.id
7NH Korindo0.15% dan 0.25%5 Juta021 794 9999 https://www.nhsec.co.id/produk/online-trading.php
8Sinarmas Sekuritas0.15% dan 0.25%500 Ribuhttps://www.sinarmassekuritas.co.id
9Indo Premier Sekuritas0.19% dan 0.29%100 Ribuhttps://www.indopremier.comProses pembuatan akun online tercepat

2. Menyiapkan dan mengirimkan persyaratan

Sebelum menyiapkan persyaratan pembukaan rekening saham, tentukan terlebih dahulu sahabat ingin membuka akun saham yang reguler (bisa membeli semua saham yang terlisting di BEI) atau akun saham syariah (hanya bisa membeli saham yang termasuk kategori syariah). 

Nantinya sahabat akan diminta untuk mengisi dan memparaf formulir pembukaan rekening saham dan RDN.

Adapun persyaratan yang harus disiapkan adalah:

  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Cover Buku Tabungan 
  • Fotocopy NPWP (Apabila sahabat tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), maka tetap bisa membuka rekening saham, nantinya tinggal tanda tangan surat pernyataan yang disediakan broker bahwa memang sahabat tidak memiliki NPWP).

Setelah formulir sahabat isi semuanya, maka sahabat biasanya akan diminta untuk mengirimkan formulir tersebut beserta fotokopi persyaratan di atas ke alamat perusahaan sekuritas.

Khusus untuk IndoPremier (IPOT) karena pendaftarannya via online maka sahabat tidak diperlukan lagi mengirimkan hard copy formulir dan persyaratan rekening saham. 

Lamanya waktu pembuatan rekening saham tergantung dari masing-masing broker, dari 1 jam hingga seminggu. Biasanya proses yang membuat lama pembuatan akun saham adalah waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan RDN. 

3. Mentransfer uang deposit awal 

Nantinya ketika rekening saham sahabat sudah jadi, maka pemberitahuan nomer akun saham dan nomer RDN akan di email ke alamat email yang sahabat daftarkan di formulir. Nantinya sahabat akan diminta untuk mentransfer deposit awal ke RDN tersebut. Deposit ini bisa langsung sahabat gunakan untuk membeli saham.

Selain itu, broker juga akan memberitahukan username dan password sementara yang bisa digunakan untuk login ke aplikasi online trading.

4. Download Aplikasi Online Trading

Aplikasi Online Trading dari masing-masing broker bisa di download di Play Store ataupun di IOS. Selain itu, sahabat juga bisa mendownload aplikasi di laptop, namun kebanyakan broker hanya bisa diakses di sistem operasi windows. 

Berikut adalah contoh aplikasi OLT yang bisa di download di Play Store. Untuk panduan penggunaan aplikasinya maka sahabat bisa meminta ke sales searching di internet atau YouTube. Sekarang sahabat sudah bisa beli dan jual saham sendiri dimanapun sahabat berada. Namun, sebelum membeli saham, pastikan perusahaan yang dibeli adalah perusahaan yang bagus dan harganya murah ya sahabat, biar nggak salah beli nantinya.

Buka rekening saham ternyata simple sekali kan sahabat? Jadi, kapan buka rekening saham?

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Jenis-jenis Analisa Saham
  2. Mindset Investor Sukses

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya