Jenis-jenis Analisa Saham

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Mengapa kita perlu menganalisa saham sebelum membeli? Ribet amet sih beli saham harus dianalisa segala, saya kan bukan analis saham, saya adalah Investor saham!

Apakah sahabat sering berpikir seperti itu? 

Sekarang saya tanya, kalau sahabat ingin beli charger HP aja di Tokopedia, apakah sahabat langsung beli? 

Apakah sahabat periksa terlebih dahulu fiturnya? 

Apakah sahabat baca-baca dulu review yang sudah beli sebelumnya di toko tersebut? 

Apakah sahabat bandingkan dulu harganya dengan toko-toko lainnya, barangkali aja dapat charger handphone berkualitas dan murah harganya, syukur-syukur dapat bonus kabel datanya. 

Saya yakin sekali dalam membeli charger HP, sahabat tidak asal langsung membeli, walaupun harganya kurang dari 100 ribu, sahabat pasti menganalisa terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli charger HP tersebut.

Apalagi saham untuk investasi masa depan, pastinya sahabat sangat perlu menganalisa, sebelum sahabat membeli sahamnya, karena saham tidak sebatas angka yang diperjualbelikan, namun ada perusahaan di balik lembar saham yang sahabat beli. Ketika sahabat membeli saham maka sahabat otomatis sudah menjadi pemilik perusahaan tersebut. Walaupun hanya menjadi pemilik minoritas. 

Di dalam dunia persilatan saham, banyak pendekatan yang diambil oleh investor untuk menganalisa suatu saham. Pilihlah analisa yang paling cocok dengan sahabat, karena baik analisa fundamental maupun teknikal memiliki kelebihan masing-masing  yang dapat membantu sahabat untuk bisa berhasil di dunia saham.

Berikut adalah jenis-jenis analisa saham:

Analisa Fundamental (Fundamental Analysis / FA)

Analisa yang biasanya digunakan oleh investor dengan cara menilai intrinsic value atau fair value atau nilai wajar suatu perusahaan dibandingkan dengan harga jualnya saat ini atau dibandingkan dengan perusahaan lainnya, berdasarkan laporan keuangan perusahaan tersebut, kondisi sektor atau industri dimana perusahaan tersebut berada, kondisi makro ekonomi suatu negara ataupun global ekonomi.

Analisa Teknikal (Technical Analysis / TA)

Analisa yang biasanya digunakan oleh trader dengan cara memprediksi harga saham kedepannya berdasarkan history pergerakan harga suatu saham di masa lalu menggunakan pola dan trend dari grafik atau chart suatu saham.

 Analisa Bandarmologi

Analisa yang biasanya digunakan oleh trader dengan cara mengamati pergerakan institusi atau pemain besar atau market mover (bandar) di pasar saham melalui broker summary maupun history pembelian dan penjualan saham suatu broker saham.

Berikut adalah tabel perbedaan antara ketiga analisa tersebut:

NoPerbedaanFATABandarmologi
1TujuanMenilai intrinsic value atau fair value, membeli saham di harga murahMengikuti trend: membeli dan menjual saham di waktu yang tepatMengikuti pergerakan pemain besar
2PenggunaInvestorTraderTrader
3Jangka waktu investasiJangka panjang (> 3 tahun)Pendek (< 3 tahun)Pendek (< 3 tahun)
4Alat bantuLaporan Keuangan, kondisi mikro dan makro ekonomiPola dan Trend pada ChartBroker Summary
5Transaksi beli dan jualJarangSeringSering
6Waktu membeli dan menjual sahamKetika saham salah harga (harga sekarang < fair value / intrinsic valuenya) dan menjualnya ketika harganya melebihi fair valuenya.Berdasarkan history harga sahamnya. Membeli di harga mahal untuk dijual lebih mahal atau membeli ketika harga saham jatuh (Buy on Weakness)Membeli ketika bandar sedang mengumpulkan barang (fase akumulasi) dan menjual ketika bandar menjual saham (fase distribusi)
7Fee Transaksi dan PajakLebih kecil karena jarang transaksiLebih besar karena sering transaksiLebih besar karena sering transaksi

Dari ketiga analisa tersebut, tidak ada yang paling benar diantara ketiganya, yang ada adalah sahabat harus mencari tahu mana yang paling cocok dengan profile sahabat. Contoh: apabila sahabat nggak sabaran pegang saham dalam jangka yang lama dan grogi ketika saham yang dimilikinya naik turun, maka sebaiknya sahabat memilih analisa TA atau Bandarmologi, karena sahabat cocok untuk menjadi trader.

Apabila sahabat masih bingung cocoknya menjadi investor atau trader dan sedang mencari jati diri di dunia saham, maka sebaiknya sahabat mencoba ketiga analisa di atas dengan cara praktek langsung membeli dan menjual saham menggunakan ketiga analisa di atas. 

Ingat prakteknya menggunakan uang yang memang sanggup sahabat relakan hilang ya. Anggap aja uang yang hilang adalah modal untuk belajar saham. Dengan berjalannya waktu, sahabat pasti bisa merasakan mana analisa yang paling cocok dan bisa memberikan profit yang maksimal.

Jadi, sahabat mau praktek menggunakan analisa apa nih sekarang? Share di sini ya kalau sahabat sudah menggunakan salah satu analisa di atas. Ditunggu lho ya sharingnya…..

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Berapa Target Investasi Saham yang Masuk Akal
  2. Cara Buka Rekening Saham

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya