Mindset Investor Sukses

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Sebanyak apapun modal yang Sahabat miliki saat ini, sepintar apapun otak yang Sahabat miliki, sehebat apapun sistem yang Sahabat miliki, semuanya tidak akan menjamin Sahabat bisa menjadi investor yang sukses.

Ukuran kesuksesan investor tergantung dari niat dari masing-masing Sahabat, ada yang merasa sukses kalau sudah bisa mengalahkan pasar atau mengalahkan IHSG dan profit konsisten, ada yang merasa sukses kalau sudah bisa untung ratusan persen, bahkan ada yang merasa sukses kalau sudah bisa untung ribuan persen.

Terlepas dari masing-masing ukuran kesuksesan yang Sahabat miliki dan Sahabat harapkan dari hasil investasi, Sahabat harus memiliki mindset yang benar dalam berinvestasi. Tanpa mindset yang benar, Sahabat tidak akan pernah mencapai apa yang Sahabat pikirkan. Mindset ini adalah apa yang kita pikirkan terus menerus, hingga menjadi keyakinan dan dari keyakinan yang kita miliki terus menerus akan menjadi tindakan kita. Tindakan yang kita lakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang kita lakukan terus menerus akan menjadi nasib kita.

Jadi, penting sekali memiliki mindset yang benar untuk memastikan kita memiliki nasib yang baik. Hindari menyalahkan Tuhan kalau selama ini nasib Sahabat masih kurang beruntung ya, karena yang menciptakan nasib Sahabat, ya Anda sendiri.

Berikut adalah mindset yang perlu Sahabat miliki untuk menjadi investor yang sukses:

  1. Anda Yang Menciptakan Kesuksesan Anda Sendiri. Hanya Anda lah yang bisa menentukan kesuksesan Anda. Anda harus yakin 1000%  bahwa Anda sukses di pasar modal. Keyakinan ini harus Anda visualisasikan setiap hari. 
  2. Menjadi Investor yang Sukses adalah Hak Anda. Benar sekali, Anda berhak menjadi investor yang sukses. Jauhkan pikiran bahwa hanya orang yang modal nya besar yang bisa sukses di pasar modal. Dengan modal kecilpun kita bisa menjadi sukses dengan kekuatan compounding. Karena Anda berhak menjadi investor yang sukses, maka Anda harus memantaskan diri layaknya seorang investor yang sukses. Investor sukses selalu belajar untuk menjadi lebih baik setiap harinya. 
  3. Semua Bisa Dipelajari dan Dilatih. Pengetahuan, skill, kompetensi, pengalaman dan psikologi dalam berinvestasi bisa dipelajari dan dilatih. Semuanya merupakan proses yang harus dilalui untuk menjadi investor yang sukses. Yang pasti, tidak ada kesuksesan yang instan, kalaupun Anda memiliki beginner luck (baru investasi sebulan sudah untung ratusan persen), Anda harus memastikan bahwa luck Anda bertahan secara konsisten. Profit konsisten jauh lebih berarti ketimbang profit yang besar di awal.
  4. Anda yang Harus Bertanggung Jawab. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa keputusan membeli dan menjual saham adalah keputusan kita sebagai investor. Karena kita sendirilah yang klik buy or sell. Jadi, apabila Anda membeli saham atas dasar rekomendasi orang lain, kemudian saham yang Anda beli malah terjun bebas. Maka, Anda lah yang harus bertanggungjawab. Dengan bertanggungjawab, maka Anda akan bisa mengambil hikmah dan nantinya bisa mandiri dalam mengambil keputusan. Semakin Anda menyalahkan orang lain, maka semakin Anda tidak bisa belajar lebih baik lagi untuk keputusan selanjutnya.
  5. Tidak Ada yang Bisa Meramalkan Masa Depan. Seringkali baik dalam kondisi untung maupun rugi, kita sering menyesal. Kalau untung kita menyesal, “coba kemarin beli lebih banyak”. Kalau loss, kita sering menyesali dan meratapi diri, “kenapa kemarin saya beli saham ini, kenapa saya belinya banyak pula”. Kita tahu bahwa tidak ada seorangpun di dunia yang bisa meramalkan masa depan dengan pasti. Jadi, untung berapapun Anda harus syukuri dan kalaupun Anda rugi, introspeksi diri.
  6. Akui Kesalahan dan Maafkan Diri Anda. Semua investor pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan Warren Buffet pun juga pernah melakukan kesalahan dalam berinvestasi. Untuk setiap kesalahan yang Anda buat, maafkanlah diri Anda sendiri. Jangan berlarut-larut dengan menyalahkan diri. Segera move on untuk melakukan investasi yang lebih baik lagi.
  7. Semua Indah Pada Waktunya. Ketika Anda sudah melakukan investasi dengan benar tapi hasil yang didapatkan belum sesuai dengan harapan, maka Anda harus memberi waktu untuk investasi yang Anda lakukan untuk bertumbuh. Sebuah perusahaan memerlukan waktu minimal 3 tahun untuk bisa berkembang, begitupun investasi yang kita tanamkan. 

#EduVesting:SimpleEducation4SmartInvesting

Artikel Terkait :

  1. Cara Buka Rekening Saham
  2. Bagaimana Membedakan Rumor dengan Berita

More to explorer

Istilah-istilah Saham

Untuk sahabat yang baru terjun ke dunia saham dan belum terlalu paham dengan istilah-istilah saham yang pastinya sahabat belum pernah mendengar sebelumnya